MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.
Pengertian
Manusia
Manusia
adalah makhluk sosial yang dapat bergaul dengan dirinya sendiri, dan orang lain
menafsirkan makna-makna obyek-obyek di alam kesadarannya dan memutuskannya
bagaimana ia bertindak secara berarti sesuai dengan penafsiran itu. Bahkan
seseorang melakukan sesuatu karena peran sosialnya atau karena kelas sosialnya
atau karena sejarah hidupnya. Tingkah laku manusia memiliki aspek-aspek pokok
penting sebagai berikut :
(1)Manusia selalu
bertindak sesuai dengan makna barang-barang (semua yang ditemui dan
dialami, semua unsur kehidupan di dunia ini);
(2)Makna dari suatu
barang itu selalu timbul dari hasil interaksi di antara orang.
(3)Manusia selalu
menafsirkan makna barang-barang tersebut sebelum dia bisa bertindak sesuai
dengan makna barang-barang tersebut.
Atas dasar aspek-aspek pokok tersebut di atas,
interaksi manusia bukan hasil sebab-sebab dari luar. Hubungan interaksi manusia
memberikan bentuk pada tingkah laku dalam kehidupannya sehari-hari, bergaul
saling mempengaruhi. Mempertimbangkan tindakan orang lain perlu sekali, bila
mau membentuk tindakan sendiri.
Menurut Blumer dalam premisnya menyebutkan bahwa
manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang berasal dari
interaksi sosial seseorang dengan orang lain dan disempurnakan pada saat proses
interaksi sosial berlangsung.
Makna dari sesuatu berasal dari cara-cara orang
atau aktor bertindak terhadap sesuatu dengan memilih, memeriksa, berpikir,
mengelompokkan dan mentransformasikan situasi di mana dia ditempatkan dan arah
tindakannya.
Sesungguhnya
manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah paling sempurna dibandingkan dengan
machluk yang lainya, termasuk diantaranya Malaikat, Jin, Iblis, Binatang,
dllnya. Tetapi kita sendiri sebagai manusia tidak tahu atau tidak kenal akan
diri kita sendiri sebagai manusia. Untuk itu marilah kita pelajari diri kita
ini sebagai manusia, Siapa diri kita ini? Dari mana asalnya? Mau kemana nantinya?
Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menempuh kehidupan didunia ini
supaya selamat didunia dan achkirat nanti?
Sebenarnya
manusia itu terdiri atas 3 unsur yaitu:
- Jasmani.
Terdiri dari Air, Kapur, Angin, Api dan Tanah. - Ruh.
Terbuat dari cahaya (NUR). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja. - Jiwa. (An Nafsun/rasa dan perasaan).
Terdiri atas 3 unsur: - Syahwat/Lawwamah (darah hitam), dipengaruhi sifat Jin, sifatnya adalah: Rakus, pemalas, Serakah, dll (kebendaan/materialis)-menjadi beban masyarakat.
- Ghodob/Ammarah ( Darah merah ), dipengaruhi oleh sifat Iblis, Sifatnya adalah: Sombong, Merusak, Angkara murka dll (Menentang)-Menjadi pengacau masyarakat.
- Natiqoh/Muthmainah (darah Putih), Dipengarui sifat malaikat, Sifatnya adalah: Bijaksana, Tenang, Berbudi luhur, Berachlak Tinggi dan Mulia- Menciptakan kedamaian dan kasih sayang.
Alat dari pada Jiwa yaitu otak,
yang terdiri atas 3 bagian juga:
- Akal (timbangan) haq atau bathil
- Pikir (hitungan) Untung rugi
- Zikir (ingatan) Ingat Allah
Jadi kalau
diibaratkan mobil maka jasmani ini adalah Body daripada mobil sedangkan Ruh
sebagai Accu yang sifatnya hanyalah sebagai yang menghidupkan saja dan Jiwa adalah
sopir atau yang mengendalikan dari pada mobilnya dimana dialah yang bertanggung
jawab atas keselamatan dari pada mobil itu sendiri. Jadi Disini jelaslah bahwa
yang dikatakan manusia itu adalah Jiwanya dimana dialah yang bertanggung jawab
atas perbuatanya.
Machluk machluk yang diciptakan Allah ( dimana ada yang menjadi musuh atau lawan manusia yaitu Iblis dan Jin kafir.)
Machluk machluk yang diciptakan Allah ( dimana ada yang menjadi musuh atau lawan manusia yaitu Iblis dan Jin kafir.)
Ada 6
machluk yaitu:
- Malaikat, Dari Nur (cahaya) menerangi/mengawasi manusia.
- Iblis, Dari Nar (Api), sifatnya merusak, merupakan musuh manusia.
- Jin, Dari asap yang beracun, sifatnya memabukan, merupakan penggoda dan juga membantu manusia.
- Tumbuhan, Hanya mempunyai naluri, berfaedah, untuk kebutuhan manusia.
- Hewan, Syahwat dan ghodob, berfaedah untuk kepentingan manusia.
- Manusia, Sebagai pengatur alam, pengurus dunia(khalifah rachmatan lil alamin).
Corak corak Manusia:
- Mu'min
- Kafir
- Munafi
Perjalanan
Kehidupan Manusia:
- Alam Arwah/Ruh, Masih didalam alam suci/taqdir ketentuan
- Alam Rahim, Didalam Kandungan Ibu/Qadarditentukan
- Alam Dunia/Alam Qodho, Penyelesaian/Untuk sementara
- Alam Kubur/Alam Barzah, Dalam tahanan alam Kubur/prefentif
- Alam Mizan, Timbangan Alam dibangkitkanya kembali Manusia
- Yaumil Ma'lum ( Hari Pengumuman/Keputusan), Sorga bagi yang beramal baik; Neraka bagi yang beramal buruk
B. Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan adalah hal yang tidak terduga rupanya, bisa
dirasakan sebelum sesuatu hal terjadi pada saat hal itu terjadi, atau bahkan
setelah hal itu terjadi. Sekarang bagaimana kita dapat mengendalikan
kegelisahan itu agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek yang justru
mengganggu kehidupan dan perasaan kita. Jadi setiap ada hal apapun yang membuat
kita gelisah maka kita harus bersugesti hal yang baik agar membuat kita tenang,
dan selalu mengambil hikmah dari apapun yang terjadi. Efek kegelisahan bisa
timbul karena ada perlakuan yang tidak positif dari dalam diri kita sendiri.
Maka dari karena itu apabila kita melakukan suatu kejadian atau perbuatan harus
di usahakan sebisa mungkin menjalankannya dengan baik.
Kegelisahan
di dalam bahasa sekarang disebut dengan galau. Galau ini banyak contoh
kasusnya, seperti masalah cinta, pekerjaan, keluarga, dan lainnya. Manusia yang
merasa gelisah seringkali tidak dapat menjalankan pekerjaan dengan baik karena
selalu merasa tidak tenang dalam hidupnya.Bahkan orang tersebut tidak memiliki
dasar dalam melakukan suatu kegiatan.Semua itu di sebabkan oleh karena manusia
mempunyai hati dan perasaan yang takut akan kehilangan nama baik dsb.Bentuk
kegelisahan bisa bermacam-macam,misalnya merasa terasing,kesepian dan
ketidakpastian akan suatu masalah.
Keterasingan
di sebabkan oleh perilaku seseorang yang sulit menyesuaikan diri dengan
lingkungan,akibatnya perilaki orang tersebut tidak dapat di terima atau tidak
dapat di benarkan oleh masyarakat yang ada di lingkungannya misalnya;
sombong.Kesepian berarti merasa sunyi,tidak berteman.Kesepian memiliki hubungan
dengan keterasingan hanya kebalikannya yaitu orang yang frustasi sehingga
bersikap rendah diri dan menjauhi pergaulan ramai.Sedangkan ketidakpastian
adalah perasaan tidak menentu,tidak dapat ditentukan,tanpa arah yang jelas
misalnya;ketidakpastian tentang lulus tidaknya menjadi seorang sarjana.
Sumber
:
http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special%3ASearch&profile=default&search=manusia+dan+kegelisahan&fulltext=Search
Tidak ada komentar:
Posting Komentar